Para Pemain Barcelona Senang dengan Perpanjangan Kontrak Valverde

Sergio Busquets menyatakan jika pemain-pemain Barcelona merasa amat bahagia usai Ernesto Valverde memperbarui kesepakatan kontraknya. Dia juga menyatakan bahwa semua pemain Barca bakal senantiasa menyuport Ernesto Valverde.

Kesepakatan kontrak anyar dari Ernesto Valverde menjadikannya bakal terus tinggal di Camp Nou setidak-tidaknya sampai penghujung kampanye musim 2019-20 nanti. Dia jua mendapat pilihan pembaruan sepanjang semusim jika sering mengerjakan kariernya dengan bagus di kampanye musim selanjutnya.

“Kami semua bahagia dengan kondisi kesepakatan kontrak dari Valverde. Semua bintang Barcelona meminta dia bisa cepat memperbarui kesepakatan kontraknya di sini, ” tutur Sergio Busquets dilansir dari Diario AS.

“Saat itu, dia kemungkinan bisa sedikit bersantai lantaran telah menegaskan masa depannya. Team saya semua merasa amat bahagia lantaran dapat senantiasa berduet dengannya, ” tambah pria berusia 30 tahun ini.

Dibawah bimbingan Ernesto Valverde, Barcelona sukses memenangkan trofi LaLiga serta Copa del Rey pada kampanye musim 2017-18. Kampanye musim ini, Azulgrana punya kesempatan besar buat menjaga keduanya. Sebab, mereka sekarang duduk pada pucuk klasemen LaLiga serta sukses menuju ke fase semi-final Copa del Rey.

Kalah 0-2 melalui PSG, Manchester United Sulit Melaju ke 8 besar

Kalah 0-2 melalui PSG, Manchester United Sulit Melaju ke 8 besar

Hasil negatif mencengangkan diterima Manchester United di partai leg pertama fase 16 besar Liga Champions, hari Rabu (13/2) dini hari WIB. Seperti yang kami lihat dari http://www.unosport.tv/, melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford, mereka tumbang 0-2. Padahal, sang tamu hadir tanpa 2 bintang tumpuan yang cedera, Neymar serta Edinson Cavani.

Hasil negatif 0-2 dari PSG ini juga membikin Manchester United sekarang memanggul misi mustahil. Lolos menuju 8 besar menjadi incaran maha sulit. Ini lantaran catatan buruk klub-klub yang menerima kekalahan di markas dengan tertinggal 2 goal ataupun lebih di leg pertama fase gugur Liga Champions. Di dalam 34 kesempatan, mereka senantiasa tidak berhasil membalikkan kondisi serta melaju menuju fase selanjutnya.

Sulitnya lagi, pasukan Ole Gunnar Solskjaer mesti bertandang menuju markas PSG tanpa Paul Pogba. Pemain berposisi gelandang tim nasional Prancis tersebut diganjar kartu merah oleh sang pengadil Daniele Orsato menjelang pertandingan berakhir.

Misi semakin berat kala menyaksikan rekor klub-klub yang menerima kekalahan di markas di leg pertama fase 16 besar Liga Champions. Di dalam 10 musim terbaru saja, melalui 27 kesebelasan, cuma 1 yang sukses membalikkan kondisi di markas musuh di leg kedua serta lolos menuju babak 8 besar.

Satu-satunya anomali ini berlangsung di kampanye musim 2010-11. Pelakunya ialah Inter Milan. Di leg pertama, tim yang dijuluki I Nerazzurri tersebut menerima kekalahan 0-1 melalui Bayern Munich. Tapi, hasil positif 3-2 di Allianz Arena di leg kedua pada akhirnya menghantarkan mereka melaju menuju 8 besar.

Jikapun tersedia harapan, ini merupakan catatan bagus lawatan menuju Prancis. Di dalam 4 peluang terbaru, Manchester United tidak pernah menerima kekalahan. Mereka unggul melawan St-Etienne serta Lille OSC dan imbang dengan Olympique Marseille serta Olympique Lyon.

Namun begitu, hal yang layak dicatat, kala unggul di markas St-Etienne serta Lille, score cuma 1-0. Adapun buat setidak-tidaknya memaksakan waktu tambahan di leg kedua kontra PSG, Manchester United perlu kemenangan 2-0 di Parc des Princes.

Solskjaer: Pekerjaan Manchester United Amat Berat

Juru tak-tik sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menaksir kesebelasannya memiliki pekerjaan yang amat berat menyusul hasil negatif yang mereka peroleh kala menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford.

Paris Saint-Germain unggul 2-0 melawan Manchester United di leg perdana fase 16 besar Liga Champions dalam pertandingan yang dihelat di Old Trafford, hari Rabu (13/2) dini hari WIB. Di partai itu, goal kesebelasan tamu dibuat Presnel Kimpembe serta Kylian Mbappe.

Sebelum pertandingan, banyak yang mengira PSG bakal kalah. Pasalnya, mereka kehilangan Neymar serta Edinson Cavani. Di samping itu, Manchester United pun tengah di dalam performa baik. Tapi, tim ibu kota Prancis tersebut bisa membalikkan seluruh prediksi dengan hasil pertandingan akhir mampu mereka menangkan.

“Awalnya seolah laga yang sesuai ekspektasi kami. Goal perdana PSG, saat mereka mendapat itu, itu adalah karena blunder kami. Lantas mereka mendapat momentum,” tutur Ole Gunnar Solskjaer sebagaimana dilansir melalui Soccerway.

“Anda bisa menyaksikan jika Manchester United cukup lama tak berlaga di tingkat itu dan kami mesti belajar dari jam terbang itu. Itu takkan jadi musim yang menentukan untuk kami,” jelasnya.

“Ada gunung yang mesti didaki. Kamu tak dapat bersantai. Hari ini merupakan pengecekan realitas dari klub-klub elit,” tutur Ole Gunnar Solskjaer.

Bersama hasil positif itu, Paris Saint-Germain telah menaruh 1 kaki mereka pada fase 8 besar. Pencapaian imbang di leg ke 2 telah cukup menghantarkan Mbappe cs menuju fase 8 besar.

Amukan Sarri Menjadi Pelecut Chelsea Bungkam City

Amukan Sarri Menjadi Pelecut Chelsea Bungkam City

Pemain bertahan Chelsea, Antonio Rudiger, mengatakan jika amukan Pelatih The Blues, Maurizio Sarri, di ruang ganti menjadi pelecut gairah teman-temannya buat menghajar Manchester City.

“Setelah laga lawan Wolverhampton (Chelsea menerima kekalahan 1-2), Sarri amat mengerikan. Ia jadi gila. Namun, ini tak apa-apa sebab Chelsea semestinya tak kalah di dalam laga itu,” tutur Rudiger pada Soccerway.

“Sehari berikutnya, Sarri amat rileks serta berpikiran jernih. Ia berbincang-bincang bersama kami serta menjelaskan jika kami mesti percaya pada diri kami sendiri. Ia mau kami pergi menuju laga lawan City buat memburu kemenangan.”

Dan bisa dibuktikan, The Blues sukses menghajar City. The Blues menang melalui goal N’Golo Kante serta David Luiz.

“Kami ngobrol bareng. Kami semua paham apakah yang tengah berlangsung, kami tak butuh membohongi diri kami sendiri: Mental merupakan persoalannya. Satu dari sekian banyak hal yang membikin kami hebat pada saat-saat sukar musim kemarin ialah kami paham bagaimana menderita. Kampanye musim ini, sebab segalanya berjalan amat bagus, kami merasa, ‘Kami tak harus menderita’.”

“Dua kesebelasan yang menghajar kami, Tottenham serta Wolves, menunjukkan kami salah. Ini alasannya, menghadapi Manchester City, semua orang menyaksikan team Chelsea yang siap bertanding. Kami mau membawa fans bersama kami serta kami mengerjakan itu. Dengan ‘penderitaan’, yang saya maksud ialah saat mendapatkan masa sukar, kami harus bersiap serta berlatih,” tutur Rudiger.

Ancelotti Tidak Menyangka Dapat Melatih Napoli

Ancelotti Tidak Menyangka Dapat Melatih Napoli

Carlo Ancelotti mengakui kaget saat mendapat telepon dari Aurelio de Laurentiis yang memberikan tawaran tempat menjadi manajer di Napoli. Dia memprediksi kebersamaan Napoli bersama Maurizio Sarri bakal senantiasa berlanjut.

Ancelotti diangkat buat menggantikan jabatan Sarri yang dianggap tidak bertugas dengan maksimum oleh De Laurentiis. Kehadiran Ancelotti di Stadio San Paolo menjadikan Sarri pada akhirnya pindah menuju Chelsea.

“Aku kaget saat mendapat telepon dari De Laurentiis. Aku rasa Napoli tetap bakal terus mempekerjakan Sarri selaku manajer. Aku pikir keputusan memilih Partenopei telah tepat buat aku,” tutur Ancelotti pada Il Mattino.

“Aku mengucapkan terima kasih pada Sarri sebab telah membikin tim ini sukses jadi satu dari sekian banyak yang paling baik di Italia. Berkatnya, semua penggawa bisa main maksimal pada tiap-tiap pertandingannya dan punya wawasan strategi yang lumayan luas. Aku pikir semua pendukung di sini pun masih amat mencintainya,” lanjut lelaki 59 tahun tersebut.

Bareng I Partenopei, Ancelotti berniat buat menghentikan dominasi Juventus di Liga Italia Serie A dan memboyong scudetto kembali menuju Italia Selatan. Menurut pendapatnya, kesuksesan Napoli menggondol scudetto punya arti yang amat besar buat semua warga Italia Selatan.

“Dalam sejumlah kampanye musim terbaru, klub-klub di Utara terus mendominasi. Sekarang, aku mau memutus dominasi mereka serta memboyong scudetto balik lagi menuju Selatan. Kini merupakan waktu yang amat tepat buat mengangkat trofi Serie A,” tutupnya.

Kisah Lucas Moura, Sepak Bola Selamatkan Hidupnya yang Nyaris Terjerumus

Pemain sayap Tottenham Hotspur, Lucas Moura, mengisahkan kehidupan waktu kecilnya yang penuh akan anarkis sebelum meniti karier menjadi pesepak bola.

Moura tidak dapat mengabaikan sudut Kota Sao Paulo, satu dari sekian banyak wilayah sangat berbahaya di Brasil sekalian posisi ia menyelesaikan masa kecilnya.

Wilayah yang memiliki dampak yang besar atas catatan pembunuhan 63. 880 orang selama 2017 di Brasil, seperti dilansir rekor New York Times.

“Waktu itu amat sukar, kala aku tengah kecil terdapat berbagai problem seperti anarkis, sekawanan berandal, senjata api, serta narkotika. Sebuah Kehidupan kriminal, ” tutur Lucas Moura kepada London Evening Standard.

“Saya memiliki rekan yang memilih kehidupan kriminal. Beberapa mendekam jeruji penjara, ada juga yang sudah mati. Mereka hampir bersama jalan yang negatif, ” tutur bintang kelahiran 1992 itu.

Lucas Moura juga mengakui terselamatkan buat tak turut andil di dalam kubang kriminalitas sebab mengenal sepak bola.

“Saya terus berlaga sepakbola di jalanan. Impian aku merupakan jadi pesepak bola, inilah kenapa aku tidak angkat kaki ke jalan yang negatif, ” tutur mantan bintang Paris Saint-Germain itu.

Gelandang yang beroperasi di sektor sayap Tottenham Hotspur itu pun bersyukur jika bekal pendidikan yang diajarkan keluarga menjadikannya tak memperoleh jalan yang salah.

“Saya terus yakin aku dapat mewujudkan mimpi aku serta memberi kehidupan lainnya buat keluarga saya. Orang tua aku memperlihatkan jalan yang positif, ” terangnya.

“Pendidikan yang aku punya melalui mereka, serta impian aku buat jadi bintang sepak bola tak pernah melepas aku meninggalkan dari jalan, ” jelasnya.

“Tidak mungkin membayangkan menjalankan hal lainnya sebab aku terus merasa jika aku bakal jadi pesepakbola, ” tutupnya.

David De Gea Gagal Pertahankan Rekor di Kandang

Penjaga gawang tim nasional Spanyol, David De Gea, tidak berhasil menjaga catatan bagus yang di miliki para pendahulunya kala bertanding dengan tim nasional Inggris di partai matchday ketiga Grup empat Liga A UEFA Nations League.

Di partai yang dimulai di Stadion Benito Villamarin, Senin (15/10/2018) ataupun Selasa malam WIB ini, tim nasional Spanyol perlu mengakui keunggulan Inggris dengan score 2-3.

Tim nasional Inggris sudah memimpin 3-0 di fase perdana karena gol-gol dari Raheem Sterling (menit ke-16 serta 38′) serta Marcus Rashford (29′).

Sedangkan di fase ke 2, tim nasional Spanyol baru dapat membalas lewat goal dari Paco Alcacer (menit ke-58) serta Sergio Ramos (90+8′).

Hat-trick yang bersarang di gawang kawalan David De Gea pada pertadingan itu merupakan catatan paling buruk kiper-kiper tim nasional Spanyol di dalam tiap-tiap pertandingan kompetisi yang dimainkan di markas mereka sepanjang masa.

Pada awalnya, gawang tim nasional Spanyol kawalan David De Gea pun sudah bobol tiga kali oleh Rusia.

Tapi, itu berlangsung di partai persahabatan yang juga bergulir di markas Rusia, Stadion Saint-Petersburg, di November 2017.

Di dalam pertandingan-pertandingan kompetisi sebelumnya, gawang tim nasional Spanyol kawalan Iker Casillas sempat bobol lima kali di dalam 1 laga terakhir oleh Belanda.

Tapi, laga itu berlangsung pada turnamen Piala Dunia 2014 di Brasil atau bukanlah dalam pertandingan markas tim nasional Spanyol.